Mahasiswa Semarang Demo Kasus Andrie Yunus di Kantor DPRD Jateng Bubarkan Diri

Semarang – Massa demo aliansi mahasiswa Semarang di kantor DPRD Jawa Tengah (Jateng) telah membubarkan diri. Aksi itu menuntut pengusutan tuntas terhadap 16 pelaku penyiraman air keras kepada Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, Andrie Yunus.

Sebelum membubarkan diri, massa mahasiswa sempat ditemui perwakilan dari DPRD Jateng. Pantauan di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB, para mahasiswa yang mengenakan almamater masing-masing telah menyampaikan orasi secara bergantian.

Mahasiswa menuntut agar pelaku intelektual dibalik kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus diungkap dan diusut tuntas. Mereka juga mendesak agar seluruh personel militer ditarik dari jabatan dan ruang sipil.

Sekitar pukul 17.06 WIB, anggota Komisi B DPRD Jateng yang membidangi Perekonomian, Pertanian, Perikanan dan Pariwisata, Muhaimin, menemui mahasiswa.

“Aspirasi kawan-kawan akan kita sampaikan kepada pimpinan, dan pimpinan pasti akan mengajak kita semua untuk berdiskusi”, kata Muhaimin di halaman kantor DPRD Jateng, Kamis (9/4/2026).

Mahasiswa pun sempat mengajukan beberapa pertanyaan yang kemudian dijawab Muhaimin. Muhaimin menjawab akan menyampaikan aspirasi mahasiswa ke DPR RI.

“Terkait undang-undang yang disampaikan, itu adalah ranah dari pemerintah pusat beserta DPR RI. Oleh karena itu kami tentu akan menyampaikan kepada mereka untuk ambil sikap”, tuturnya.

Mahasiswa menilai pernyataan Muhaimin hanya normatif. Terlebih, mereka menuntut agar yang menerima massa aksi yakni anggota Komisi A, yang membidangi Pemerintahan, Hukum dan Keamanan.

“Tadi kan sebenarnya tuntutannya utnuk ke Komisi A, walaupun terlalu normatif menurut saya jawaban bapak. Apalagi bapak dari Komisi B yang ranahnya lumayan jauh, dari Keuangan dan Perekonomian”, kata salah satu mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes).

“Lalu mohon maaf, saya menanyakan kapabilitas bapak untuk mendengarkan aspirasi kita. Karena tema hari ini tentang TNI, kita mengawal ke Komisi A saja belum teraspirasikan, apalagi ke Komisi yang bukan ranahnya”, lanjutnya.

READ  Kapolsek Gayamsari Gelar Pembinaan Remaja Pelaku Tawuran di Rusunawa Kaligawe untuk Cegah Aksi Berulang

Setelah itu para mahasiswa yang semula duduk berkeliling di Halaman Kantor DPRD bersorak dan mulai membubarkan diri. Beberapa Koordinator Lapangan pun meminta mahasiswa mundur.

Hari ini yang keluar Komisi B, nukan Komisi A, padahal tuntutan kita Komisi A. Itu hanyalah branding agar kita di-framing akan berdiskusi. Tapi tidak ada DPR yang mau audiensi dengan kita. Kita semua tarik undur diri dan sampai jumpa dengan massa yang lebih besar lagi”, kata Presiden BEM Polines, Kevin Kurnia Priambodo di atas mobil komando.

Para mahasiswa lantas menarik diri dari jalan Pahlawan dan menuju ke kampus Undip Pleburan. Mereka sepakat akan melakukan aksi lanjutan.

Bakal Demo Lebih Besar
Koordinator lapangan, Tegar Wijaya Mukhti menyebut aksi sore ini dimulai dari Kodim, Balaikota Semarang, sampai akhirnya ke Gedung DPRD Jateng. Mereka menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Bidang Eksternal, Andrie Yunus yang kini sudah dilimpahkan ke Puspom TNI.

“Tuntutan kita di depan Kodim mengenai perpindahan antara kasus Andrie Yunus penyiraman air keras yang awalnya dipegang kepolisian namun tiba-tiba dilempar ke Puspom TNI”, kata Tegar di Kampus Undip Pleburan, Kamis (9/4/2026).

“Ada tumpang tindih mengenai peradilan militer dan peradilan umum. Selanjutnya kita menuntut TNI atas segala representasinya kepada sipil dan masuk ke bidang sipil”, lanjutnya.

Saat massa pindah ke Gedung DPRD Jateng, kata Tegar, mahasiswa meminta agar anggota Komisi A atau C DPRD Jateng hadir beraudiensi dengan mahasiswa.

“Seharusnya kita menemui Komisi A tentang peraturan legislatif atau Komisi C, namun yang keluar adalah Komisi B dimana tupoksinya perekonomian. Itu gag masuk sama tuntutan kita”, jelasnya.

Menurutnya, walk out tersebut menjadi bentuk independensi mahasiswa dan ketegasan mereka terhadap tuntutan yang dibawa dalam aksi sore itu.

READ  Klarifikasi Kalapas Kembang Kuning Nusakambangan menegaskan tidak ada Petugas Lapas yang tertangkap karena Narkoba

“Ini menunjukkan sikap kita, independensi kita, kita datang dengan tupoksi yang sama, ya harusnya menemui yang sama. Biar kita nggak ada framing media atau apapun, mahasiswa masih independen atas semua tuduhan dan hasil konsolidasi kita”, tegasnya.

Usai aksi sore ini diwarnai walk out, Tegar menyebut, mahasiswa akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih banyak lagi.

“Kita akan melaksanakan (aksi) lagi, nanti kita mengkonsep lagi, kita akan demo lagi atau menyampaikan aspirasi kita lagi dengan fokus ke DPR”, ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *