WapreS Semarang Gelar Bulan Apresiasi, Resmikan Media Baru Suara “Bocah” Indonesia

SEMARANG – Wadah Apresiasi Seniman (WapreS) Kota Semarang menggelar rangkaian kegiatan Bulan Apresiasi dengan tema “Samarkan Perbedaan”, Minggu (28/6/2026). Puncak acara ditandai dengan peluncuran resmi media baru bernama Suara “Bocah” Indonesia, sekaligus dilanjutkan dengan Lomba Karaoke tingkat umum.

Ketua Panitia Bulan Apresiasi, Redi Andawanto, dalam laporannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan seluruh pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materil. Dukungan tersebut datang dari AWPI, OPPO, HK Adijaya, ARB, ADA Swalayan, Media Portalindonesianews, SBI, Cakra, Cahaya, serta berbagai pihak lainnya. “Semoga kerja sama yang terjalin ini dapat berlanjut pada acara-acara selanjutnya,” ujarnya.

𝙆𝙞𝙧𝙞 𝙍𝙚𝙙𝙞 𝘼𝙣𝙙𝙖𝙬𝙖𝙣𝙩𝙤 𝙆𝙚𝙩𝙪𝙖 𝙋𝙖𝙣𝙞𝙩𝙞𝙖 𝙖𝙘𝙖𝙧𝙖 𝘽𝙪𝙡𝙖𝙣 𝘼𝙥𝙧𝙚𝙨𝙞𝙖𝙨𝙞 𝙒𝙖𝙥𝙧𝙚𝙎 𝙙𝙖𝙣 𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙣𝙖𝙣 𝙋𝙞𝙢𝙥𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙐𝙢𝙪𝙢 𝙎𝙪𝙖𝙧𝙖 “𝘽𝙊𝘾𝘼𝙃” 𝙄𝙣𝙙𝙤𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖 (𝙎𝘽𝙄)

Redi juga menekankan makna mendalam dari tema yang diusung. “Perbedaan adalah sesuatu yang pasti dan tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, mari kita jadikan perbedaan ini sebagai sarana untuk memperkaya pandangan dalam berinteraksi sesama anak bangsa, agar kita terus berkembang menuju Indonesia yang lebih maju dan jaya,” tambahnya.

Momen Resmi Peluncuran Suara “Bocah” Indonesia

Prosesi peluncuran media baru ini ditandai dengan pembentangan bendera resmi Suara “Bocah” Indonesia. Selanjutnya, Pimpinan Umum Suara “Bocah” Indonesia, Budi Mulyanto yang akrab disapa Budi Semawis, menyampaikan apresiasinya kepada WapreS yang telah memberikan kesempatan dan tempat untuk peresmian ini.

“Suara ‘Bocah’ Indonesia hadir sebagai media yang memiliki tujuan mulia, yaitu turut serta dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Budi.

Filosofi di Balik Nama “Bocah”

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga menjelaskan alasan pemilihan nama yang unik ini. Kata “Bocah” bukan sekadar sebutan anak kecil, melainkan mengandung makna yang luas:

  • Simbol potensi yang belum terwujud: Diibaratkan seperti kertas putih bersih atau tanah yang gembur, yang menyimpan segala kemungkinan untuk tumbuh menjadi sesuatu yang baik, tergantung pada bimbingan dan lingkungan yang mengelilinginya.
  • Jembatan masa lalu dan masa depan: Merupakan pewaris nilai-nilai budaya luhur sekaligus harapan besar bagi keberlanjutan kehidupan dan peradaban bangsa.
  • Tidak terbatas usia: Dalam pergaulan sehari-hari, sebutan ini telah meluas maknanya, tidak lagi hanya merujuk pada batasan umur, melainkan pada sikap, pola pikir, dan tingkah laku. Penyebutannya pun bisa menjadi tanda keakraban dan kasih sayang, atau sekadar kritik halus bagi mereka yang belum cukup matang dalam bertindak.
READ  Tinjau Kembali Keputusan PN Atas Kasus Muliati!!! Minta Profesor Sutan Nasomal Penanggungjawab Timpas 1 Aceh Singkil

Dukungan dan Harapan dari AWPI

Sementara itu, Ketua AWPI DPD Jawa Tengah, Ir. Elman Sirait, memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran media baru ini. Meski masih tergolong baru, Elman menilai Suara “Bocah” Indonesia telah menunjukkan kemampuan yang patut dibanggakan.

“Salah satu buktinya adalah media ini telah mendapatkan kesempatan istimewa untuk meliput kegiatan di Lembaga Pemasyarakatan Kembang Kuning, Nusakambangan, Cilacap. Kita tahu betapa sulitnya mendapatkan izin liputan di kawasan yang sangat ketat dan terisolasi tersebut. Ini membuktikan bahwa Suara ‘Bocah’ Indonesia mampu berkarya dengan menjunjung tinggi integritas sebagaimana tuntutan profesi insan pers,” paparnya.

Di akhir kesempatan, Elman juga menyampaikan pesan penting bagi seluruh hadirin, khususnya generasi muda: “Mari kita sama-sama menjauhi narkoba. Zat ini sangat berbahaya dan berpotensi besar merusak masa depan anak bangsa.”

Budi Semawis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *