Gawat!!! Ular Piton Muncul di Gorong-Gorong Kota Lama Jl. Mpu Tantular Semarang

Semarang|SuaraBocahIndonesia.My.Id – Kemunculan ular piton di gorong-gorong samping Angkringan Raden Bagus seberang gedung Pelni Jl. Empu Tantular Kota Lama Semarang membuat heboh para pengunjung Angkringan juga para pejalan kaki yg sedang lewat, Kamis (28/5/2026).

Pengunjung Angkringan heboh melihat M. Zaenni (Amat) sang owner menangkap ular piton di gorong-gorong samping angkringan nya.

Seperti malam biasanya Amat membersihkan dan mengangkat sampah yang ada di gorong-gorong tersebut, sebab rutin hampir tiap malam ia membersihkan gorong-gorong tersebut dari sampah sambil mengamati apakah ada ikan di gorong-gorong tersebut, karena ia memang seorang yang hobi memancing ikan.

Namun malam ini berbeda dengan malam-malam sebelum nya, saat ia sedang mengangkat sampah, tiba-tiba muncul seekor ular piton yang bergerak menggeliat dengan cepat ingin masuk ke saluran arah kolam rumah pompa/pos pantau Kota Lama, kemudian datang Yatno dan Gareng petugas kebersihan area Kota Lama, juga Roni adik dari Amat yang dengan sigap membantu Amat menangkap ular piton tersebut.

“Saya dengan pak Yatno sedang membersihkan area Taman Sleko, tiba-tiba melihat ada keramaian di area gorong-gorong tersebut, langsung kami berlari kesana, ternyata kak Amat sudah berada di bawah (dalam gorong-gorong) sedang mencari cara menankap ular tersebut, langsung saya ikut turun untuk membantu”, pungkas Gareng.

Tidak memakan waktu lama akhirnya ular tersebut dapat ditangkap dan diamankan dari keramaian pengunjung angkringan.

Ternyata ular itu sebelumnya memang sudah terlihat di dalam rumah pompa beberapa hari sebelumnya saat petugas rumah pompa membersihkan sampah, namun tidak berhasil ditangkap, akhirnya ular tersebut muncul kembali di tempat yang berbeda, yaitu di gorong-horong tersebut.

“Sudah 2 kali kami menangkap ular piton juga beberapa kali menangkap biawak, memang jika hujan deras, ular atau biawak yang ada di kali pasti akan naik ke atas (saluran gorong-gorong)”, tegas Amat.

Adanya peristiwa ini membuat para pengunjung angkringan menjadi sangat waspada, juga sangat berisiko bagi pejalan kaki di trotoar dekat gorong-gorong tersebut.

Diharapkan hal tersebut dapat menjadi perhatian bagi pemerintah dan dinas terkait, karena hal tersebut dapat berisiko memakan korban jiwa.

(RedyOctave)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *